Catatan Survei Cikadut-1

PEMAKAMAN TIONGHOA CIKADUT

  • Pembukaan 1908-1918 (?)
  • Luas 125 Ha, terbesar di Asia Tenggara
  • Terbagi dalam 21 blok
No.BlokNama BlokKeterangan Lokasi
1AJamaras 
2BNaga / Keluarga Kam He 
3CAtput / Keluarga Tan Tjui Gin 
4DToko Medan 
5EYo Giok Siehttps://maps.app.goo.gl/c58Mi4YAxPPmbHN48 ˙_i† 6°53’44.8″S 107°39’59.9″E
6FKayu Jaran 
7GToko Minyak 
8HRengas 
9IRayem / Keluarga Seh Yo 
10JRangka / Keluarga Oey Sie Bok 
11KKebon Jengkol / Keluarga Tjong Pek 
12LTan Yu Hok 
13MGunawan 
14NKapitan / Keluarga Tan Joen Lionghttps://maps.app.goo.gl/uZKvbLpvYWrGTPK96 †_i˙ 6°54’05.9″S 107°40’01.4″E
15OTjeng Beng 
16PTjitjun 
17QTjia Ban Hok 
18RKang 
19SSeke Endog 
20TMakat 
21UKoew / Keluarga Kelom Geulis 

Tanggal resmi pembukaan kompleks makam Tionghoa atau Chineeschen Begraafplaatsen di Cikadut masih belum jelas, belum ditemukan dokumen yang cukup meyakinkan.

De Preanger-bode edisi 23 Januari 1908 memuat berita mengenai pertemuan Dewan Kota di rumah Bupati pada tanggal 20 Januari 1923 yang salah satu poin bahasannya adalah mengenai Rancangan Peraturan tentang perubahan Peraturan Pengelolaan Pemakaman Orang Eropa dan Sederajat di Ibu Kota Bandung dan Peraturan Pemakaman Orang Tionghoa di Bandung.

De Preanger-bode terbitan 24 Januari 1908 yang memuat 10 Pasal aturan mengenai permakaman, menyebutkan bahwa peraturan baru ini mulai berlaku sejak 1 Januari 1908 ini membatalkan peraturan yang sudah ada sebelumnya.

Bagian pengantar peraturan ini menyebutkan mengenai Komite Pengawas yang terdiri dari seorang Ketua, Letnan Tionghoa serta dua warga Tionghoa, dan satu orang warga Eropa yang bertugas melakukan pengelolaan sehari-hari.

De Preanger-bode edisi 11 Juni 1908 menyebutkan bahwa van Houten, Sieuwerts, dan van der Tas ditunjuk untuk menjadi panitia revisi peraturan permakaman.

Kemudian, berdasarkan informasi dari berkas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung No.7/PD/1982, tercantum keterangan bahwa Chineesche Begravenisreglement ditetapkan tanggal 18 September 1918 dan 30 Desember 1918 dan diundangkan dalam Javasche Courant tanggal 14 Februari 1919.

Tjikadoet, Batavia Topographisch Bureau 1906. KITLV D G 15,08.

Berdasarkan peta Tjikadoet di atas ini, pada tahun 1906 sudah ada makam-makam Tionghoa di Cikadut. Semua lokasinya terkonsentrasi tidak jauh mulut Jalan Cikadut. Bahkan di area permukiman sekarang, yaitu ruas jalan masuk Cikadut sebelum gerbang, juga ada makam Tionghoa dan makam Muslim di sisi kiri dan kanan jalan.

Pada peta tahun 1919 berjudul Oedjoengbroeng dari Topografischen dienst, Batavia, 1919, terlihat kondisinya sama. Makam-makam lama terpusat di sisi selatan Tjikadoet. Selain itu, ada blok makam Tionghoa yang terletak di selatan Jalan Raya Pos, yaitu di sebelah barat Andir atau di sebelah selatan Kampung Njoeblek (Nyublek).

Daftar ODCB Cikadut

Titik Maps Survei Makam Cikadut Jum’at, 14 Juni 2024

  1. Bangunan Gerbang lama https://maps.app.goo.gl/uzQN4GDxu74ubC4o7 – 6.9020306340637045, 107.66635566597004
  2. Makam Atlantic Park/White Garden (1921) + Menara Peringatan Jasa Ibu / Menara Abu Umum https://maps.app.goo.gl/zbpxVWLEN6sSzaxKA †˙_i 6°53’59.3″S 107°39’59.9″E
  3. Makam Bersama Kiauwpau Madja 1 – 12 – 1952 oleh Huachiaolienhui https://maps.app.goo.gl/vb1xcd7bWs4f5XuP7 _i†˙ 6°54’00.3″S 107°39’57.2″E
  4. Makam dan Jalan Oey Siok Tjong https://maps.app.goo.gl/tF88gJDTGmzCHUvg9 – 6.893564308049532, 107.66390185971655
  5. Makam dengan tulisan huruf Armenia https://maps.app.goo.gl/zbpxVWLEN6sSzaxKA _˙i† 6°53’59.3″S 107°39’59.9″E
  6. Makam Ibu Djuriah, seorang Islam eks Kepsek SD Priangan https://maps.app.goo.gl/riMY5EhwV6ExTcnN8 -6.900326311576024, 107.66655745906942
  7. Makam Ipoh dengan aksara Arab (Baru, tapi unik) https://maps.app.goo.gl/2g1MHS3pyBWYKwpk8 i†˙_ 6°53’49.8″S 107°40’01.3″E
  8. Makam Keluarga Boen (ada di buku Retronesia karya Thariq Khalil) https://maps.app.goo.gl/hgyQbDmixzaftcZ16 †_i˙  6°54’05.6″S 107°40’03.8″E
  9. Makam Tan Joen Liong (1917) dan istrinya Ong Kwi Nio, 1909. https://maps.app.goo.gl/uZKvbLpvYWrGTPK96 †_i˙ 6°54’05.9″S 107°40’01.4″E
  10. Makam Yo Giok Sie C Na Kiem Liem, dengan dua cungkup besar (Bong Koneng). Juga Jalan Yo Giok Sie (?), sekarang Jalan Teratai. https://maps.app.goo.gl/c58Mi4YAxPPmbHN48 i_†˙ 6°53’44.8″S 107°39’59.9″E
  11. Makam Yo Sun Bie https://maps.app.goo.gl/QLntBbVn6njgfn8g8 -6.895694381622822, 107.66643810074923
  12. Tugu Arah Kiblat https://maps.app.goo.gl/PcwDwiWM75ATxTWN6 -6.897310036933851, 107.66552950235805
  13. Yayasan Krematorium Bandung, 1967 https://maps.app.goo.gl/WHYMNrC939kEN6jr8 – 6.894135482354112, 107.66756843941252
  14. Shamsan Boemi Crematorium (posisi sebelah atas Yayasan Krematorium Bandung) https://maps.app.goo.gl/xRxxTsDnTVVLBo3g7 -6.8939051487480025, 107.66766768113666
  15. Makam Loa Kiem Thiam, 1911 https://maps.app.goo.gl/uBNmdLudBaMW6CWA9 📍  – 6.899619686869317, 107.66675949967464
  16. Makam Tan Ten Njong (1919) dan Boen Soeij Tjoe (1918) https://maps.app.goo.gl/7rChHGSqRa8xqkD4A _i†˙ 6°54’04.9″S 107°40’03.1″E
  17. Makam Tan Joek Tjong (1962) C Soeng Foeng Thin (1944) https://maps.app.goo.gl/7jXv4qTTq3sHUPj36 †˙_i -6.901666002143542, 107.6673757597517
1. Gerbang Lama. Sudah merupakan hasil renovasi.
2. Makam Atlantic Park/White Garden (1921) + Menara Peringatan Jasa Ibu / Menara Abu Umum. Kondisi saat ini (foto pertama) sudah rusak, semua pagar hilang, dan ada nisan yang pecah berantakan.
3. Makam Kiauwpauw, Madja, 1952.
4. Makam Oey Siok Tjong. Belum ada informasi tentang tokoh ini, tapi namanya dijadikan nama salah satu ruas jalan di Cikadut.
5. Nisan dengan aksara Armenia. Foto pertama ada adalah kondisi sekarang. Sudah tidak terlihat karena tertimbun alang-alang. Batu nisan pecah-pecah dan sebagian (bagian bawah) hilang. Foto kedua adalah kondisinya saat utuh sekitar dua tahun lalu.
6. Makam Ibu Djuriah, eks Kepala Sekolah SD Priangan. Selalu dalam keadaan terawat dan masih dikunjungi orang.
7. Makam Ipoh dengan aksara Arab. Makam tahun 1991, tapi sangat unik karena mewakili keberagaman. Menggunakan aksara Arab, dan di area makam ada simbol-simbol budaya Tionghoa.
8. Makam Keluarga Boen. Secara umum kompleksnya bersih dan terawat. Makam anggota keluarga Boen yang lebih tua ada di seberang jalan dari makam ini.
9. Makam Tan Joen Liong dan Ong Kwi Nio. Kondisi saat ini, banyak bagian yang rusak dan nisan dicoret-coret oleh dengan cat semprot.
10. Makam Yo Giok Sie C Na Kiem Liem (Bong Koneng). Saat survei kemarin makam ini tidak dalam keadaan bersih seperti biasanya, namun tetap dalam keadaan baik dan sangat terawat.
11. Makam Yo Sun Bie. Cukup bersih dan terawat
12. Tugu Arah Kiblat.
12. Yayasan Krematorium Bandung
Yayasan Krematorium Bandung. Foto kedua dilihat dari belakang.
13. Shamsan Boemi Crematorium.
14. Makam Loa Kiem Thiam, 1911. Makam tua ini letaknya agak rawan, mepet sekali ke jalan raya dan sama sekali tidak menonjol karena letaknya di bawah, sangat mudah terlewatkan.
15. Makam Tan Ten Njong (1919) dan Boen Soeij Tjoe (1918). Tidak seperti di dalam kompleks makam keluarga yang ada di bawahnya, makam ini agak kurang terawat, kotor.
16. Makam Tan Joek Tjong (1962) C Soeng Foeng Thin (1944). Kondisi masih utuh, teras depan tidak terawat dan kotor, dan di dalam ada kasur seperti terlihat pada foto.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *